Pada bagian ini, sebelum proses pembelajaran dimulai pada mata kuliah ini yang saya pikirkan pada topik ini yaitu bagaimana keragaman budaya, status ekonomi, status sosial, dan politik mempengaruhi pendidikan di Indonesia.
Eksplorasi Konsep
Pada bagian ini, konsep yang saya pelajari yaitu prespektif sosiokultural dalam pendidikan yang nantinya akan membantu saya sebagai calon guru. Pokok bahasan yang dibahas pada topik ini yaitu status sosioekonomi (SES) yaitu pemahaman terkait status sosioekonomi (SES). Status sosioekonomi (SES) merujuk pada posisi seseorang atau keluarga dalam hierarki sosial dan ekonomi. status sosioekonomi (SES) yaitu pemahaman terkait status sosioekonomi (SES). Status sosioekonomi (SES) merujuk pada posisi seseorang atau keluarga dalam hierarki sosial dan ekonomi. Faktor-faktor seperti pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan akses ke sumber daya lainnya dapat mempengaruhi SES.
Ruang Kolaborasi
Pada bagian ini, kami melakukan diskusi bersama untuk mengetahui aktivitas sosial budaya di sekolah PPL masing-masing. Kami juga menganalisis faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam cerita-cerita tersebut dan pembelajaran apa yang dapat diperoleh dari hasil analisis budaya sekolah. Berikut adalah sosial dan budaya yang diterapkan di SMPN 7 Jember, meliputi: Sekolah Adiwiyata dengan Slogan “Lisa Cakep (Lihat Sampah, Cangking ke Tempatnya), kedisiplinan, kantin sehat, gerakan literasi, budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun), membaca asmaul husna, membaca surat yasin, dan senam bersama. Budaya yang telah diterapkan di SMPN 7 Jember sudah bagus guna menciptakan siswa yang memiliki disiplin dan kesadaran diri untuk berpikir dan berperilaku sesuai yang diyakini Bersama. Dengan demikian, penerapan budaya positif di sekolah merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, mulai pimpinan sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, siswa-siswi dan orang tua serta masyarakat.
Demonstrasi Kontekstual
Pada tahap ini, masing-masing kelompok diarahkan untuk melakukan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami yaitu mengenai sosial dan budaya yang ada di sekolah. Kemudian kami saling bertukar pendapat mengenai kebiasaan tersebut dan cara menyikapi keadaan tersebut sebagai seorang guru. Hal penting yang saya pelajari dari proses demontrasi kontekstual ini, yaitu menjadi guru bukan hanya mengorbankan fisik saja namun guru juga harus siap mengorbankan seluruh fisik dan perasaan yang dimiliki.
Elaborasi Pemahaman
Pada tahap ini, pemahaman terpenting yang saya dapatkan dari
topik pembahasan ini yaitu betapa
pentingnya memahami peran konteks sosio-kultural dan status sosioekonomi dalam
membentuk pengalaman dan pembelajaran peserta didik. Status sosioekonomi dan
konteks sosio-kultural menciptakan pengalaman dan latar belakang peserta didik.
Status sosioekonomi sangat mempengaruhi karakteristik peserta didik.
Pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan
berpikir kritis mereka sendiri maupun menyoroti pentingnya intervensi dan
program yang dirancang khusus untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam pendidikan.
Yang ingin saya pelajari lebih lanjut yaitu mengenai metode penilaian yang
efektif untuk mengukur perkembangan peserta didik dalam konteks perspektif.
Koneksi Antar Materi
Pada tahap ini, saya melanjutkan keterhubungan antara prespektif sosiokultural dalam pendidikan yaitu pada topik 2 status sosioekonomi (SES) dengan mata kuliah yang lainnya, seperti hubungan SES dengan pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, hubungan SES dengan filosofi pendidikan Indonesia, hubungan SES dengan literasi dalam lintas mata pelajaran, hubungan SES dengan pemahaman tentang peserta didik, dan hubungan SES dengan prinsip pengajaran dan asesmen.
Aksi Nyata
Pada tahapan ini, beberapa manfaat yang saya peroleh untuk persiapan saya sebagai calon pendidik yaitu dengan mempelajari status sosioekonomi (SES), meliputi: guru dapat merencanakan pembelajaran yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, engidentifikasi potensi tantangan yang mungkin dihadapi peserta didik, guru dapat bekerja lebih efektif dengan orang tua dan melibatkan komunitas dalam proses pembelajaran. Nilai kesiapan pada diri saya untuk saat ini berada pada skala 7, hal ini dikarenakan terdapat beberapa materi yang belum saya pahami seutuhnya yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembelajaran di kelas. Adapun untuk meningkatkan kesiapan saya agar lebih optimal yaitu dengan terus belajar dengan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar