Senin, 16 Oktober 2023

Aksi Nyata Topik 2 Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan


Mulai Dari Diri

      Pada bagian ini, sebelum proses pembelajaran dimulai pada mata kuliah ini yang saya pikirkan pada topik ini yaitu bagaimana keragaman budaya, status ekonomi, status sosial, dan politik mempengaruhi pendidikan di  Indonesia.  

Eksplorasi Konsep

    Pada bagian ini, konsep yang saya pelajari yaitu prespektif sosiokultural dalam pendidikan yang nantinya akan membantu saya sebagai calon guru. Pokok bahasan yang dibahas pada topik ini yaitu status sosioekonomi (SES) yaitu pemahaman terkait status sosioekonomi (SES). Status sosioekonomi (SES) merujuk pada posisi seseorang atau keluarga dalam hierarki sosial dan ekonomi. status sosioekonomi (SES) yaitu pemahaman terkait status sosioekonomi (SES). Status sosioekonomi (SES) merujuk pada posisi seseorang atau keluarga dalam hierarki sosial dan ekonomi. Faktor-faktor seperti pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan akses ke sumber daya lainnya dapat mempengaruhi SES. 

Ruang Kolaborasi

    Pada bagian ini, kami melakukan diskusi bersama untuk mengetahui aktivitas sosial budaya di sekolah PPL masing-masing. Kami juga menganalisis faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam cerita-cerita tersebut dan pembelajaran apa yang dapat diperoleh dari hasil analisis budaya sekolah. Berikut adalah sosial dan budaya yang diterapkan di SMPN 7 Jember, meliputi: Sekolah Adiwiyata dengan Slogan “Lisa Cakep (Lihat Sampah, Cangking ke Tempatnya), kedisiplinan, kantin sehat, gerakan literasi, budaya 5S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun), membaca asmaul husna, membaca surat yasin, dan senam bersama. Budaya yang telah diterapkan di SMPN 7 Jember sudah bagus guna menciptakan siswa yang memiliki disiplin dan kesadaran diri untuk berpikir dan berperilaku sesuai yang diyakini Bersama. Dengan demikian, penerapan budaya positif di sekolah merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, mulai pimpinan sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, siswa-siswi dan orang tua serta masyarakat.  

Demonstrasi Kontekstual

    Pada tahap ini, masing-masing kelompok diarahkan untuk  melakukan mempresentasikan hasil diskusi kelompok kami yaitu mengenai sosial dan budaya yang ada di sekolah. Kemudian kami saling bertukar pendapat mengenai kebiasaan tersebut dan cara menyikapi keadaan tersebut sebagai seorang guru. Hal penting yang saya pelajari dari proses demontrasi kontekstual ini, yaitu menjadi guru bukan hanya mengorbankan fisik saja namun guru juga harus siap mengorbankan seluruh fisik dan perasaan yang dimiliki. 

Elaborasi Pemahaman

    Pada tahap ini, pemahaman terpenting yang saya dapatkan dari topik pembahasan ini yaitu betapa pentingnya memahami peran konteks sosio-kultural dan status sosioekonomi dalam membentuk pengalaman dan pembelajaran peserta didik. Status sosioekonomi dan konteks sosio-kultural menciptakan pengalaman dan latar belakang peserta didik. Status sosioekonomi sangat mempengaruhi karakteristik peserta didik. Pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka sendiri maupun menyoroti pentingnya intervensi dan program yang dirancang khusus untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam pendidikan. Yang ingin saya pelajari lebih lanjut yaitu mengenai metode penilaian yang efektif untuk mengukur perkembangan peserta didik dalam konteks perspektif.

Koneksi Antar Materi

    Pada tahap ini, saya melanjutkan keterhubungan antara prespektif sosiokultural dalam pendidikan yaitu pada topik 2 status sosioekonomi (SES) dengan mata kuliah yang lainnya, seperti hubungan SES dengan pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, hubungan SES dengan filosofi pendidikan Indonesia, hubungan SES dengan literasi dalam lintas mata pelajaran, hubungan SES dengan pemahaman tentang peserta didik, dan hubungan SES dengan prinsip pengajaran dan asesmen.

Aksi Nyata

    Pada tahapan ini, beberapa manfaat yang saya peroleh untuk persiapan saya sebagai calon pendidik yaitu dengan mempelajari status sosioekonomi (SES), meliputi: guru dapat merencanakan pembelajaran yang lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, engidentifikasi potensi tantangan yang mungkin dihadapi peserta didik, guru dapat bekerja lebih efektif dengan orang tua dan melibatkan komunitas dalam proses pembelajaran. Nilai kesiapan pada diri saya untuk saat ini berada pada skala 7, hal ini dikarenakan terdapat beberapa materi yang belum saya pahami seutuhnya yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembelajaran di kelas. Adapun untuk meningkatkan kesiapan saya agar lebih optimal yaitu dengan terus belajar dengan 

Senin, 02 Oktober 2023

Aksi Nyata Topik 1 Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan

Mulai Dari Diri:

     Pada bagian ini, sebelum proses pembelajaran dimulai pada mata kuliah ini yang saya pikirkan pada topik ini yaitu bagaimana cara guru mengatasi perbedaan sosial, budaya, ekonomi dan politik pada peserta didik selama proses pembelajaran di kelas dan bagaimana seorang guru menyikapi dengan bijak perbedaan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik pada peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai sosiokultural di kelas. 

Eksplorasi Konsep:

     Pada bagian ini, konsep yang saya pelajari melalui video yang disajikan yaitu perkembangan pendidikan di Indonesia dari zaman kolonial hingga saat ini. Pendidikan pada zaman kolonial hanya dilaksanakan secara terbatas, serta untuk kepentingan guna membantu bisnis. Dari situlah saya paham bahwa perkembangan pendidikan di Indonesia hingga saat ini sangat pesat, dari yang pendidikan yang sangat terbatas baik sarana maupun prasarana hingga sekarang untuk semua golongan.

     Selain itu, kami dibimbing untuk memahami konsep bagaimana pengaruh faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pendidikan saat ini dapat mempengaruhi potensi belajar pada peserta didik. Dimana pendidikan multikulturalisme adalah proses memahami, mengembangkan, dan menghargai suatu konsep yang menekankan pada pentingnya keragaman budaya dan pluralisme sosial dan etnis dalam pendidikan. Sedangkan, potensi belajar adalah sesuatu yang dapat dikembangkan dan diproses sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat atau keuntungan bagi peserta didik. Seorang guru harus menyadari potensi diri sendiri untuk membantu peserta didik dalam mencapai potensi diri mereka.

Ruang Kolaborasi:

     Pada bagian ini, kami diarahkan untuk menyimak beberapa video yang dijadikan bahan diskusi mengenai faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik penting yang mempengaruhi pendidikan dan pembelajaran dari berbagai daerah, penerapan strategi pembelajaran oleh guru yang disesuaikan dengan karakter peserta didik, serta manfaat penting yang dapat diambil sebagai calon pendidik yang dalam mempelajari perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Demonstrasi Kontekstual: 

     Pada tahap ini, masing-masing kelompok diarahkan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka yaitu mendiskusikan pemahaman yang telah didapatkan pada ruang kolaborasi. Dari sinilah saya belajar melakukan presentasi yang baik dan benar contohnya artikulasi yang jelas, isi dari topik presentasi baik, dan visualisasi yang menarik dan kreatif. Selain itu, kami diberikan kesempatan untuk memberikan komentar dan penilaian presentasi kelompok lain sesuai panduan yang telah diberikan guna meningkatkan kualitas presentasi dan pengalaman belajar bersama. 

Elaborasi Pemahaman: 

     Pada tahap ini, pemahaman yang saya dapatkan pada topik ini yaitu pendidikan multikulturalisme, mediasi, dan potensi belajar dalam pendidikan. Konsep-konsep ini relevansi dari teori sosiokultural yang saling berhubungan. Konsep utama sosiokultural yaitu sebagai alat psikologi dan mediasi. Teori sosiokultural sebagai alat psikologi menekankan bahwa perkembangan kognitif dan sosial individu tidak dapat dipahami secara terpisah dari konteks sosial dan budaya di sekitarnya. Sedangkan, teori sosiokultural sebagai alat mediasi menjelaskan bagaimana alat dapat memainkan peran dalam pengembangan kognitif dan pemahaman individu sekaligus sarana komunikasi antar manusia. 

Koneksi Antar Materi:

     Pada tahap ini, saya sudah mengaitkan perspektif sosiokultural dalam pendidikan dengan mata kuliah lain dalam bentuk mindmap. Berdasarkan mindmap yang telah saya buat dapat dipahami bahwasanya materi sosiokultural memiliki keterkaitan yang saling berhubungan dengan filosofi pendidikan, literasi lintas mata pelajaran, pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, dan prinsip pengajaran dan asesmen 1 yang mana mempelajari dan menekankan pengaruh pentingnya sosial, budaya, ekonomi, dan politik peserta didik dalam proses belajar mengajar.

Aksi Nyata:

     Manfaat pembelajaran ini pada diri saya dalam membantu kesiapan saya sebagai guru yaitu membantu saya untuk dapat menyiapkan diri untuk menghadapi situasi sosial, budaya, ekonomi, dan politik di dalam kelas nantinya. Sehingga memungkinkan bagi saya untuk merancang pengalaman pembelajaran yang lebih inklusif dan relevan terhadap kebutuhan peserta didik dari beragam latar belakang. Serta menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih efektif, maupun dan memahami peran penting interaksi sosial dalam proses pendidikan.

     Nilai kesiapan pada diri saya untuk saat ini berada pada skala 7, hal ini dikarenakan terdapat beberapa materi yang belum saya pahami seutuhnya yang nantinya dibutuhkan dalam proses pembelajaran di kelas. Adapun untuk meningkatkan kesiapan saya agar lebih optimal yaitu dengan terus belajar dengan memperbanyak referensi bacaan maupun media lainnya yang membahas keragaman maupun menerapkannya dalam pembelajaran

TOPIK 6. AKSI NYATA

Isu-Isu Penyelenggaraan Pendidikan dan Pembelajaran di Sekolah dalam Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik MULAI DARI DIRI      To...